Fading, Modifikasi Perilaku (Tuntutan bagi Konselor Sekolah untuk Kembali Mempelajari Berbagai Tehnik Perubahan Perilaku)

Sebagai guru pembimbing,tuntutan terbesar yang saya rasakan adalah “merubah perilaku siswa didik”. Yang paling berat adalah miss persepsi dari orang tua ataupun rekan kerja yang terlanjur terbentuk adalah “kalau anak sudah masuk ruang BK (di tangani guru BK) perilaku nya harus sudah berubah (menjadi baik) dong” . Nah,kalau sudah begini saya sebagai guru BK sering kali merasa terpojok.

Mengenai masalah merubah perilaku siswa ini sebenarnya saya bisa saja berkelit,dengan memberi alasan bahwa “keputusan seseorang untuk merubah perilaku kan urusan pribadi,ini sangat erat hubngannya dengan hati.dan yg berkuasa membolak-balikkan hati hanyalah Allah.orang tua nya saja tidak punya kuasa untuk merubah perilaku anaknya,apalagi saya yang cuma guru BK nya” . Nah dengan alasan itu,tentunya saya akan “aman”! :)

Tapi,sebagai guru BK yang sudah profesional dalam hati saya sebenarnya merasa tidak “aman”.Saya pikir sebagai guru BK saya tidak boleh begitu saja menyerah,setidak naya harus ada usaha maksimal .”kerja cerdas’ bukan “kerja keras”! Di bangku kuliah dulu kami sedikit banyak belajar tentang berbagai tehnik perubahan perilaku,yang terangkum dalam beberapa mata kuliah seperti psikologi behavioris.Akan tetapi terus terang saya merasa kurang dalm pemahaman berbagai teori perubahan perilaku tersebut.Apalagi setelah kurang lebih 7 tahun bekerja sebagai guru BK,menghadapi berbagai permasalahan yang real, saya merasa banyak teori tersebut yang kurang saya pahami dan bahkan lupa-lupa ingat.Maka dengan tertatih saat ini saya berusaha untuk kembali menggali dan mencoba memahami berbagai teori psikoogi tentang perubahan perilaku.

Salah satu tehnik perubahan perilaku yang baru saya dengar adalah tehnik fading.Berikut penjelasannya yang saya kutip dari salah satu situs psikologi :

Fading adalah perubahan secara bertahap dimana sebelum melangkah ke tahap berikutnya maka tahap sebelumnya harus berhasil terlebih dahulu (misalnya, munculnya respon yang diharapkan) dan setiap keberhasilan akan mendapatkan reinforcement; terdapat suatu stimulus yang mengontrol suatu respon, dimana akhirnya akan terdapat stimulus yang berbeda yang akan menghasilkan respon yang sama.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFEKTIFITAS FADING:

Memilih stimulus akhir yang diinginkan (stimulus yang kita harap dapat menghasilkan perilaku pada bagian akhir dari prosedur fading). Kita harus berhati-hati dalam memilih stimulus ini. Sehingga munculnya respon atas stimulus ini dapat dipertahankan di lingkungan pasien sehari-hari. Salah satu fading yang salah yaitu ketika fading tidak memasukkan aspek-aspek situasi yang sering dijumpai oleh pasien di lingkungannya sehari-hari.

Memilih stimulus awal. Penting untuk memilih stimulus awal, yang secara konstan/reliabel, dapat membangkitkan perilaku yang diinginkan. Stimulus tambahan yang mengontrol perilaku yang diinginkan tetapi bukan merupakan bagian dari stimulus akhir yang diinginkan disebut dengan prompts. Ada berbagai macam prompts, antara lain: verbal prompts, gestural prompts, enviromental prompts, physical prompts. Seorang guru mungkin akan memberikan sebagian atau semua jenis prompt ini untuk memastikan respon yang benar. Memilih beberapa jenis prompt, secara bersamaan, yang secara konstan menghasilkan respon yang diinginkan akan meminimalkan kesalahan dan memperbesar keberhasilan program fading.

Memilih langkah-langkah fading. Penting untuk mengawasi secara dekat performa pelajar untuk menentukan seberapa lama seharusnya fading dilaksanakan.

PEDOMAN PENERAPAN FADING YANG EFEKTIF:

Memilih stimulus akhir yang diinginkan. Tentukan secara jelas stimuli apa yang akan diberikan ketika target perilaku seharusnya muncul.

Memilih penguat yang pantas, memilih stimulus awal dan langkah-langkah fading:

  1. Menentukan secara jelas kondisi ketika perilaku yang diinginkan terjadi.
  2. Menentukan secara jelas dimensi-dimensi (misalnya, warna) yang ingin  dipudarkan (fade) untuk mencapai stimulus kontrol yang diinginkan.
  3. Menekankan langkah-langkah fading yang spesifik untuk dipatuhi dan aturan-aturan tentang perpindahan dari suatu tahap ke tahap selanjutnya.

Merencanakan antisipasi kegagalan: Pemudaran (fading) isyarat-isyarat haruslah secara bertahap sehingga kemunculan kesalahan dapat diminimalkan. Jika kesalahan terjadi, kita harus kembali lagi ke langkah sebelumnya dan melakukan beberapa kali latihan serta memberikan prompt-prompt tambahan.

Sumber : http://www.psikologizone.com/fading-modifikasi-perilaku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: